Mesut Oezil adalah seorang pesepakbola berkebangsaan jerman yang mempunyai darah Turki, bermain sejak Agustus 2010 pada klub Real Madrid sebagai gelandang serang dengan kemampuan yang dimiliki seperti melakukan operan yang teliti dari sudut yang luas Oezil mempunyai julukan sebagai si burung hantu (El Buho dalam bahasa Spanyol).

Dengan memulai karirnya dalam usia muda pada klub disalah satu kota Gelsenkirchen, Oezil sendiri sudah mempunyai pengalaman dengan bermain dalam beberapa klub ternama sebagai berikut :

• Schalke 04
Bermain sebagai gelandang tengah dengan nomor punggung tujuhbelas pada klub Schalke 04, sempat mendapat julukan oleh managernya sebagai The Next Big Thing sebelum akhirnya Oezil beralih pada klub Werder Bremen.

• Werder Bremen
Dengan menandatangani kontrak sebesar € 4,3 juta Oezil bergabung pada klub Jerman tersebut hingga Juni 2011, dengan posisi gelandang mengantikan seorang Diego Ribas, Oezil berhasil menyumbangkan kemenangan dengan skor 1-0 untuk Bayern Leverkusen pada tahun 2009 dengan hadirnya Oezilpada Bremen dapat memberikan dampak yang cukup signifikan pada klub tersebut.

Real Madrid, dengan kemampuan yang dipunya dan penampilan gemilang pada Piala Dunia FIFA 2010, akhirnya Bremen sepakat untuk mentrasnfer Oezil untuk Real Madrid dengan nilai kontrak yang cukup fantastis.

Pada perhelatan EURO 2012, Oezil bermain pada klub Jerman, namun dikalahkan oleh Italia dalam pertandingan semi final, hingga gagal untuk melaju untuk menjadi juara dalam memperebutkan Piala Eropa.

Oezil sendiri mempunyai kekuatan yang berada dikaki kirinya, sehingga jarang sekali untuk menggunakan kaki kananya untuk melakukan tendangan ataupun aksi lainnya. Jerman akhirnya harus mengakui keunggulan tim Italia yang berhak melaju ke babak final melawan Spanyol, kekalahan Jerman terjadi karena adanya tendangan pinalti yang berakibat dari handball yang dilakukan oleh Federico Balzaretti.

Walaupun Oezil berhasil memberikan gol kedua pada menit terakhir, tetap saja belum bisa menggungguli gol yang telah dimiliki oleh Itali.

Walaupun demikian kehadiran Oezil cukup ditakuti oleh para pemain Italia, khususnya dalam daerah penyerangan.

Oezil sendiri mempunyai teknik yang dimilikinya secara individu maupun umpan-umpan eksekusinya cukup berbahaya dan sulit ditebak. Selain itu sebagai seorang muslim yang taat pada agama ada rutinitas yang harus dia lakukan sebelum melakukan pertandingan dan turun ke lapangan hijau, yaitu dengan melakukan sholat, berdoa dan membaca Al-Quran.

Hal tersebut dilakukan agar dia sendiri bisa fokus dalam mengikuti jalannya pertandingan dan berharap akan mendapatkan hasil yang maksimal. Jika pada sekali waktu dia tidak membaca Al-Quran dalam mempersiapkan pertandingan yang akan dilaksanakannya akan ada sesuatu yang dirasa kurang olehnya.

Konsekuensi sebagai pemain bola pun harus dijalaninya dengan sesekali meninggalkan puasa yang dibulan Ramadhan, hal tersebut dikarenakan dia harus mengkonsumsi cukup makanan sebelum melakukan dan mempersiapkan fisik dan stamina sebelum pertandingan.

Kecintaannya terhadap dunia sepakbola dan ketaatan dalam mengikuti ajaran agama yang dianutnya tidak lepas dari dukungan para keluarga tercintanya, terutama ayahnya yang selalu mengingatkan agar dia tidak lupa melakukan ibadah dan bersikap religiius.

Oezil sendiri sering mendapatkan kritikan dari ayahnya tentang performa yang dilakukannya dalam setiap pertandingan, jika dia melakukan kesalahan atau tidak bermain dengan baik dan benar.

Dalam hal ini tentunya kita sendiri bisa mengambil satu pelajaran penting bahwa keluarga adalah segalanya dan patut dijadikan prioritas dalam kehidupan. Segala dukungan serta motivasi yang mereka berikan tentunya akan menjadi angin segar serta suntikan energi yang luar biasa.